Sejarah Internet Indonesia:analisa strategi IT Indonesia

Acuan Kerangka Berfikir

Tulisan ini berusaha mengangkat beberapa milestone realistis yang dapat di implementasi di Indonesia dengan kekuatan yang ada di komunitas IT & rakyat Indonesia sekarang & saat ini juga, tanpa menunggu investor asing, tanpa menunggu investasi dari operator. Fungsi pemerintah dalam skenario ini hanya dua (2), yaitu:

  • Me-redirect & meng-approve USO untuk demand creation, tapi tidak mengumpulkan / mengalokasi / maupun membuat pilot project dari USO.
  • Membuka dan memperlebar koridor legal yang ada, agar arus inovasi & transaksi di masyarakat menjadi lebih lancar.

Jadi pemerintah tidak perlu mengeluarkan uang se-peser-pun, hanya wisdom yang diharapkan dari pemerintah.

Tentunya semua berdasarkan asumsi bahwa:

  • Pemerintah mempunyai niat tulus membangun knowledge based society pada rakyat Indonesia, tidak berpihak pada operator / investor.
  • Pemerintah dapat memegang janji & omongannya.

Beberapa konsekuensi yang akan di peroleh sampai tahun 2009 adalah


Pengguna Internet Baru / Tahun  2.6 juta/tahun
Jumlah Sekolah Tersambung       46.000 sekolah
Siswa Melek Internet            17.5 juta siswa
Guru Melek IT / Internet        2.6 juta
Massa Internet Indonesia        15 juta + 17.5 juta + 2.6 juta/tahun
Belanja Bandwidth               Rp. 500 Milyard / bulan
Belanja Bandwidth               ~22Gbps
Output Manufacturing Local      ~ Rp. 6 Milyard / bulan

Bedakah Indonesia dengan Dunia? Tidak! Seluruh bangsa di dunia sedang mencari solusi untuk memperkecil digital divide tanpa utangan Bank Dunia, IMF dll. Keberhasilan metoda rakyat Indonesia membuat digital divide bridge, dengan Wireless 2.4GHz, RT/RW-net, VoIP Rakyat, telah menjadi contoh bagi dunia. Keberhasilan kita semua untuk memultiplikasi ini akan membuat pergerakan IP based infrastructure menjadi sangat dahsyat - “Dunia-pun belajar pada kita, Bangsa Indonesia”.

“Untuk memajukan bangsa dan membangun masyarakat Indonesia yang baru, hanyalah dengan memajukan pendidikan. Khususnya pendidikan di kalangan para pemuda dan pemudinya. Pendidikan dan pengajaran adalah memegang peranan penting dalam pembangun bangsa dan kemajuan umat manusia.” Kata-kata dr. Wahidin, “Seri Pahlawan Kemerdekaan Nasional”, DEPEN.RI., Jilid I, 1967, Halaman 11

http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Sejarah_Internet_Indonesia:analisa_strategi_IT_Indonesia

Dunia Belajar kepada Indoenesia

Indonesia mungkin miskin, tidak punya uang, banyak korupsi, banyak bencana alam. Tapi tidak berarti rakyat Indonesia tidak pandai, tidak pintar. Justru dalam keterpurukan, banyak sekali insiatif-insiatif arus bawahyang tidak termonitor oleh kelompok legal formal partai pemerintah DPR. Inisiatif-inisiatif di dunia komputer & telekomunikasi arus bawah memang banyak bertentangan dengan legal formal yang ada di pemerintahan, akan tetapi solusi-solusi ini menjadi contoh nyata bahwa rakyat Indonesia mampu secara mandiri membangun negeri-nya secara bergotong royong dan swadaya masyarakat tanpa utangan bank dunia bahkan tanpa banyak bantuan dari pemerintah. Yang menarik, justru solusi-solusi swadaya masyarakat menggunakan teknologi komputer tepat guna di cari oleh banyak bangsa lain di dunia. Merekapun banyak belajar pada aktifis IT Indonesia untuk mengembangkan negaranya.

Bagi anda yang ingin secara serius membaca kisah perjuangan dan sejarah Internet Indonesia dapat membacanya dari situs http://www.wikihost.org/wikis/indonesiainternet. Situs IndonesiaInternet tidak membahas masalah teknis Internet, tapi lebih ke berbagai catatan perjuangan bangsa Indonesia yang berdarah-darah penuh dengan pengorbanan tanpa dukungan pemerintah untuk memperoleh akses Internet murah yang pada akhirnya banyak memperoleh pengakuan dari dunia Internasional. Memang kisah perjuangan Internet Indonesia ini tidak masuk dalam buku-buku pelajaran sejarah di Indonesia karena usia perjuangannya yang masih dalam orde 10-15 tahun saja. Gilanya, sampai tulisan ini ditulis, tidak banyak pengakuan dan bantuan dari pemerintah Indonesia yang lebih suka berpihak pada operator dan vendor-vendor besar. Tapi, Alhamdullillah, yang lebih penting, banyak pengakuan datang justru dari banyak rakyat kecil di Indonesia baik melalui e-mail & mailing list.

Memang ada beberapa solusi dari regulator / pemerintah yang diberikan pada rakyat Indonesia. Kebanyakan solusi pemerintah sangat supply driven dan lebih bersifat top down, tidak terlalu memberdayakan rakyat, lebih banyak memposisikan rakyat sebagai pengguna / konsumen. Dalam bidang komputer & telekomunikasi yang cukup menonjol pada masa pemerintahan SBY-JK adalah lisensi selular 3G, inisiatif Indonesia Goes Open Source (IGOS) dan terakhir yang paling menghebohkan di akhir tahun 2006 adalah penandatanganan MoU untuk membeli ratusan ribu lisensi Microsoft.

Bulan November 2006, bersamaan dengan kedatangan Presiden Bush ke Indonesia, tampaknya dilakukan penandatanganan MoU “rahasia” antara DEPKOMINFO yang di pimpin oleh Sofyan Djalil dan Microsoft. MoU “rahasia” disinyalir akan melibatkan pembelian lisensi dalam orde lebih dari Rp. 500 milyard bahkan mungkin mendekati Trilyun rupiah.
(more…)